Pengertian ilmu
politik
Menurut Fatahullah jurdi (2014: 9) menyatakan bahwa politik secara etimologi berasal dari
perkataan Yunani Purba, yaitu “Polis”. Polis adalah kota yang dianggap negara
yang terdapat dalam kebudayaan Yunani Purba, yang pada saat itu kota dianggap
identik dengan negara. Dengan demikian “polis, “stadstaat" Negara Kota atau “
the greek citystate”, adalah tempat-tempat tinggal bersama dari orang-orang
biasa selaku para warganya (citizen) dengan pemerintah yang biasanya terletak
di atas sebuah bukit dan dikelilingi benteng tembok untuk keamanan mereka dari
serangan musuh yang datang dari luar.
Selain itu, Iwa Kusumantri dalam bukunya "Pengantar Ilmu Politik" mengatakan bahwa ilmu politik adalah ilmu yang memberikan pengetahuan tentang segala sesuatu ke arah usaha penguasaan negara dan alat-alatnya atau untuk mempertahankan kedudukannya/penguasaannya atas negara dan alat-alatnya, dan/atau untuk melaksanakan hubungan - hubungan tertentu dengan negara/negara-negara lain atau rakyatnya.
Ada beberapa pengertian ilmu politik dari beberapa tokoh, dalam bukunya Fatahullah jurdi (2014: 11) diantaranya adalah:
- Wilbur White, dalam bukunya "White Political Dictionary" White menyatakan bahwa political science: the stucy of the formation, forms process of the states and goverment.
- J. Barents, dalam bukunya " De wetwnschap die politiek" ilmu politik dirumuskan sebagai... de wetenschap, die het leven van de staat bestudeert.
- Johann Kaspar Bluntschli, dalam bukunya "The Theory of the state" merumuskan ilmu politik sebagai... the science which is concerned with the state, which endeavours to understand and comprehend the state in its ctonditions (grundlagen), in its essential nature (wesen), its various forms of manifestation (erscheinungsformen), its development.
- H.N. Sinha, dalam bukunya "Outlines of political Science", menyatakan... that branch of human learning which is concerned with the state. It seeks... to study the state in its various aspects.
Menurut Prof. DR. J.M. Papasi (2010: 4) bahwa pendapat Prof Barents dalam bukunya yang berjudul, ilmu politika mengatakan bahwa ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan negara". Boleh saja mengambil defenisi lain, selain pendapat tersebut, mungkin lebih senang definisi lain, tetapi supaya tepat, harus disebutkan sumbernya, judul bukunya dan penulisnya serta defenisi itu sendiri secara lengkap.
Pendekatan Dalam Ilmu Politik
Menurut Ftahullah Jurdi (2014: 1) mengemukakan ada beberapa pendekatan dalam ilmu politik, sebagaimana yang tengah terjadi dalam arus kehidupan politik yang ada di Indonesia, pendekatan ini juga dipakai dalam arus pemikiran politik di Negara-Negara lain yang menganut sistem pemerintahan demokratis, yaitu sebagai berikut:
- Pendekatan Filsafat. Ini merupakan usaha untuk mengetahui satu mode tertentu dari pengalaman-pengalam praktis yang mengakumulasi semua pengalaman. Filsafat politik juga mencari hakikat ilmu politik melalui kajian empirik dan rasionalitas terhadap beberapa realitas politik dan fenomena dalam politik sehingga mampu menerjemahkan realitas itu seobyektif mungkin dengan bangunan rasio yang bisa dipertanggungjawabkan.
- Pendekatan Historis. Dalam hal ini ada sebagian pemikir yang mengatakan, bahwa sejarah adalah merupakan bagian dari politik. Politik adalah sejarah itu sendiri, seperti sejarah kekuasaan , sejarah partai politik, sejarah hubungan internasional dan lain-lain.
- Pendekatan Tradisional. Pendekatan ini dipelopori oleh George H. Sabine. Ia memandang ilmu politik itu punya sejarah yang panjang, misalnya bagaimana persoalan faktual masa lalu sangat membantu kemajuan ilmu politik kontemporer. Bahkan Sabine mencoba mengangkat pendekatan sejarah sebagai unsur yang paling esensial bagi untuk memahami teori politik.
- Pendekatan Legalitas. Dalam hubungannya denga sejarah, sebagaimana yang dijelaskan di atas, ilmu politik itu juga, memiliki mata rantai dengan studi hukum. karena studi hukum ini menyangkut kebijakan-kebijakan yuridis yang diproduksi oleh politik.
- Pendekatan Institusional. Dalam pendekatan ini, para ilmuwan politik mencoba melihat bahwa dari segi-segi tertentu. Untuk lebih mempertajam lagi adalah harus melihat bagaimana kinerja personal yang ada di dalam institusi tempatnya bekerja. Dalam hal ini, mereka mengkaji realitas-realitas politik yang bersentuhan dengan kerja-kerja praktis, baik itu peristiwa politik, perilaku politik, dan tindakan para pelaku yang bekerja dalam dunia politik, baik legislatif, eksekutif maupun yudikatif.
- Pendekatan Behavioralis. Dalam pendekatan ini revolusi behaviorial muncul setelah selesai perang dunia ke-2. faktor penting yang melatarbelakangi lahirnya behavioralisme adalah berkembangnya kecendrungan baru dalam dunia penelitian, yaitu dengan mengadakan survei.
- Pendekatan lain dalam ilmu politik.
- Pendekatan Perilaku
- Neo-Marxis
- Ketergantungan
- Pendekatan Pilihan Rasional
- Pendekatan Plural
- Pendekatan struktural
- Pendekatan Developmental
Tahap-tahap Perkembangan Politik
- Tahap Pertama: Politik Unifikasi Primitif, yaitu politik yang berbicara mengenai kelahiran dan masa perkembangan anak-anak bangsa. ini berkembang mulai sejak awal periode yang sering sekali sulit ditentukan secara tepat kapan waktunya.
- Tahap kedua: Politik Industrialisasi, Tahap ini terjadi pada ,masa transisi (peralihan). pada masa tersebut kelas baru mengambil kekuasaan, membangun ekonomi baru dan rakyat menjadi suatu bangsa.
- Tahap ketiga: Politik Kesejahteraan Nasional. ini merupakan politik bangsa-bangsa industri sepenuhnya. Di dalam tahap kedua telah tumbuh ketergantungan timbal balik antara rakyat dan pemerintahan; dalam tahap ketiga saling ketergantungan itu menjadi lengkap.
- Tahap Keempat: Politik Kelimpahan. Kelimpahan merupakan janji teknologi baru, suatu janji yang nampaknya mungkin terpenuhi jika komputer zaman sekarang yang sudah digunakan secara otomatis, mesin-mesin sudah mengatur dirinya sendiri digunakan untuk apa pun yang mendekati kapasitas mereka.
Teori Kekuasaan Politik " Political Power"
Dalam bukunya Prof. DR. J.M. Papasi (2010: 75) bahwa Political Power is Social Power focused on the state (Franz L Neuman). Dalam pengertian demikian termasuk pula usaha-usaha yang bermaksud untuk mempengaruhi kekuasaan pemerintah. Lord Acton mengatakan "Power tends to corrupt absolute power corrupt absolutely,"
Machiavelli melihat politik and political science itu dari sudut psycologi. Ia mengatakan bahwa manusia adalah sama sepanjang sejarah ia memiliki yang disebut stable straits yang diperlengkapi dengan semacam dorongan, dorongan ingin berkuasa.
Bentuk Political Power terdapat 3 dasar metode, yaitu:
- Persuasi (Persuation)
- Material Benefits
- Violence.
Daftar Pustaka
- Jurdi, Fatahullah. (2014) . Ilmu Politik: Ideologi Dan Hegemoni Negara. Yogyakarta : Graha Ilmu
- -----------------. (2014). Studi Ilmu Politik. Yogyakarta: Graha Ilmu
- Papasi, DR. J.M. (2010). Ilmu Politik : Teori dan Praktik. Yogyakarta: Graha Ilmu
Belum ada tanggapan untuk "Memahami tentang Ilmu Politik"
Posting Komentar